Empat Musim Cinta : Nyala Padam

Api bukanlah sekadar kata Ia merupa rasa bahagia juga tanda bahaya  Bahagia, layaknya sebuah kisah cinta dua jiwa Berkobar membara di tengah belantara asmara Percikan yang kusebut api, mampu menghangatkan setiap alur cerita kita Bersenyawa membentuk ikatan rasa yang mengabaikan teorema Lewis dalam hukum ikatan kimia Namun api tak selalu tenang  Kadang api mampu menghanguskan … Lanjutkan membaca Empat Musim Cinta : Nyala Padam

Diam

Kami duduk berempat, dua orang beserta bayangannya Tak ada suara, selain ketuk jari di atas layar Kami memilih diam, tanpa tanda awal meski diam tak hanya pilihan Diam kami bukan berarti permusuhan Diam kami bukanlah ujung dari keraguan Juga bukan sebuah akhir dari sang kebahagiaan Tapi diam kami adalah sebuah renungan Merenungkan kenangan sepintas lalu … Lanjutkan membaca Diam

Selangkah

Rintik di luar terdengar, meraung-raung layaknya singa yang sedang haus darah Suara derap langkah kaki liar, mencipta simfoni mengalun indah Setidaknya itulah yang telingaku dengar, karena rindu sudah tak mampu kubantah Meriang  Meriang Tubuhku serupa sebalok es di tengah danau lahar membara Menunggu datangmu entah telah sekian banyak pasang kaki yang kuhitung di tengah hujan … Lanjutkan membaca Selangkah

Jangan Terkena Sinar Matahari Langsung!

"Jangan terkena sinar matahari langsung!"  Mungkin bagi kita yang membaca kalimat itu, kita pasti punya opini ataupun pertanyaan. Mengapa? Mungkin kita berpikir, mengapa kita tidak boleh terkena sinar matahari? Toh, juga sinar matahari juga baik bagi diri kita. Sinar matahari kan membantu kita melawan penyakit bahkan membantu pembentukan dan penyerapan vitamin dalam tubuh kita. Namun, … Lanjutkan membaca Jangan Terkena Sinar Matahari Langsung!

Satu Purnama

Satu purnama telah berlalu, dan puisiku berhenti di antara huruf  Sajak ini tak pernah benar-benar tuntas, hingga lepas segala bebanku Aku tak berada di sini, hingga kau temukan arti diam dalam riuh Aku pun tak berada di sana, dan lelah layaknya hujan menghampirimu Aku berdiri di atas batas pikiran, jurang pemisah antara waras dan hilang … Lanjutkan membaca Satu Purnama

Hanya Menyentuh Kemungkinan

​"Dari jendela kau melihat bintang bintang tanggal, satu demi satu. Berulang mengucapkan selamat tinggal. Kadang kau fikir lebih mudah mencintai semua orang, daripada melupakan satu orang. Jika ada seorang terlanjur menyentuh hati jantungmu, mereka yang hadir selepasnya hanya menyentuh kemungkinan." Aku menulis puisi Rangga yang dinarasikan di akhir film. Aku tak sengaja mengingatmu di antara … Lanjutkan membaca Hanya Menyentuh Kemungkinan